17 Feb 2026, Sel

Truk Bersegel Sempat di Luar Jalur Kontrol, Pengawasan di Pelabuhan Punggur Dipertanyakan

DetikKompasNews.my.id/Batam – Aktivitas pengiriman logistik di Pelabuhan Penyeberangan Telaga Punggur pada Sabtu (07/02/2026) sekitar pukul 15.00 WIB menjadi perhatian. Sejumlah truk pengangkut muatan yang masih terpasang “Tanda Pengaman Bea dan Cukai (Customs Seal)” terlihat berada di luar jalur pemeriksaan sebelum masuk antrean kapal Ro-Ro tujuan keluar Batam.
Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan berstatus pengawasan negara tersebut sempat berada di area umum pelabuhan. Padahal lokasi tersebut hanya berjarak beberapa meter dari pos Bea dan Cukai yang berdampingan satu deret dengan pos Polisi Lalu Lintas di kawasan dermaga.
Dengan posisi dua pos pengawasan berada dalam satu titik, arus kendaraan logistik seharusnya dapat terkontrol dalam satu koridor pemeriksaan terpadu sebelum naik ke kapal. Namun pada saat kejadian, kendaraan justru berada di luar jalur kontrol sehingga memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi pengawasan di lapangan.
Secara prosedural, kendaraan yang masih terpasang segel kepabeanan menandakan muatan masih berada dalam pengawasan negara hingga tiba di pelabuhan tujuan dan dilakukan pembukaan segel oleh petugas berwenang. Perpindahan kendaraan keluar jalur pemeriksaan dinilai berpotensi membuka celah kesalahan administrasi maupun pengawasan.
Sopir Keluhkan Antrean
Sejumlah sopir truk yang ditemui di lokasi juga mengeluhkan lamanya proses pelayanan dan antrean yang dinilai kurang jelas.
“Kadang kami sudah lama menunggu tapi belum juga dipanggil masuk, disuruh pindah-pindah jalur,” ujar seorang sopir.
Sopir lainnya mengatakan mereka terpaksa parkir di luar jalur karena menunggu panggilan masuk kapal.
“Kalau cepat dilayani mungkin tidak parkir di luar, kami ikut arahan petugas saja,” ungkapnya.
Pantauan lanjutan menunjukkan beberapa kendaraan parkir di bahu jalan dan area luar antrean resmi sebelum keberangkatan kapal penyeberangan.
Konfirmasi Petugas Berbeda
Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi di lokasi, petugas harian di pos Lalu Lintas menyampaikan Kepala Pos, Hendra, sedang menghadiri rapat di Polda. Namun petugas lain yang akrab disapa “Pakde” menyebut yang bersangkutan berada di Jakarta.
Perbedaan keterangan tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan saat kejadian berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Bea Cukai maupun aparat terkait mengenai mekanisme pengaturan kendaraan pada saat kejadian.
Masyarakat berharap adanya klarifikasi agar proses distribusi logistik tetap transparan serta menjadi bahan evaluasi bersama guna memastikan sistem pengawasan di pelabuhan berjalan optimal

( L Buan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *